Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Ngentot Anal Kekasih Tersayang 3

  Peristiwa Ketiga, Dengan Sang Boss

Aopok.com - 3 minggu berlalu semenjak peristiwa di hotel. Dalam 3 minggu ini, Wilsen menelepon lebih dari 5 kali, membujukku untuk mengulangi kejadian itu, akan tetapi komitmen tetap komitmen, sekali untuk satu orang.

Dalam 3 minggu ini, kita bercinta biasa-biasa aja, tidak melibatkan pihak ketiga.. namun sebelum memulai, kami sering mengulangi cerita kejadian di hotel dengan Wilsen, untuk membangkitkan gairah. Rupanya pembaca, waktu di hotel, tanpa sepengetahuan saya, ketika saya tidur pulas setelah pertempuran itu, Wilsen masih sempat-sempatnya “Menghajar” Yanti dikamar mandi sekali lagi, ketika Yanti sedang mandi.. Yahh.. walau tidak dalam keadaan penis yang sempurna..:)


Ketika malamnya, Wilsen akan pulang meninggalkan kami berdua, Wilsen masih tidak rela melepaskan Yantiku yang cantik ini, dia memohon-mohon ke Yanti dan ke gue untuk dioralkan oleh Yanti.. Yah.. terpaksa mulut Yanti berlepotan oleh sperma Wilsen untuk yang terakhir kalinya.

Pengalaman kali ini, saya tidak ikut serta, karena sewaktu kejadian ini terjadi, saya kebetulan sedang tugas ke luar kota.. berikut adalah yang diceritakan Yanti kepadaku setelah aku pulang ke kota M.

Yanti bekerja diperusahaan biro perjalanan (Travel Agency) yang cukup terkenal di kota M, sudah lama memang Yanti memberitahu aku bahwa, Bos nya Pak Wono sepertinya menaruh perhatian kepadanya yang agak berlebihan, kadang-kadang memberi bonus gaji yang jumlahnya mencapai 3x lipat gajinya, namun selalu dikembalikan oleh Yanti. Yantiku ini bukan orang yang sembarangan, bukan cewe murahan, dia hanya mau bercinta dengan aku pacarnya, atau dengan orang lain, namun dengan sepengetahuanku.

Pak Wono sering dengan terus terang mengajak Yanti untuk check in di hotel, walau penyampaiannya dengan gurauan, namun Yanti tau jelas, memang itu maunya.. Soalnya hampir semua cewe di travel itu pernah di”Pakai” oleh Pak Wono, hanya Yanti yang termasuk cantik yang masih belum dapat dinikmati oleh bandot tua ini. Bandot tua ini, berperawakan tinggi besar, gemuk, perut besar, yahh tampang Boss lah. Tetapi menurut teman Yanti yang pernah bercinta dengan Pak Wono ini, penis Pak Wono termasuk besar, walau jarang bisa keras 100%, namun ukuran panjang dan diameternya tergolong besar.

Singkatnya, suatu hari, aku sedang keluar kota selama 1 minggu, Yanti tetap bekerja seperti biasanya, tiba-tiba Yanti dipanggil ke dalam kantor Pak Wono,

“Yan, laporan keuangan bulan lalu, kok nggak diserahkan sama saya..” tanya Pak Wono
“Iya Pak, belum selesai, sedang dikerjakan oleh Jenny.. ntar saya suruh dia cepat..” ucap Yanti cepat.
Yanti gugup karena saat bertanya mata Pak Wono terus bersarang ke arah dada Yanti yang memang memakai baju agak turun dada kali ini, sehingga belahannya walau sedikit, tetap kelihatan.
“Oh ya.. beberapa hari ini, saya lihat, kamu pulang sendirian, mana pacar kamu?”
“Pacar saya lagi keluar kota Pak, lusa udah balik kok..” jawab Yanti
“Wahh.. tar malam, kamu sendiri donk?ini malam minggu khan? Apa kamu mau..?”
“Nggak deh Pak, saya ada janji mah teman ntar malam!” Yanti memotong ucapan Pak Wono.

Yanti segera keluar dari kantor Pak Wono, dengan wajah yang masam.. Waktu berlalu sampai saatnya pulang kerja.
Yanti berdiri di trotoar menunggu taxi.. tiba-tiba..
“Yan, naik.. saya antar kamu pulang.. diujung jalan macet, nggak ada taxy yang lewat, mana udah mulai hujan nih” tiba-tiba Pak Wono muncul tepat didepan Yanti, mengajak Yanti ikut.
“Ngg nggak deh Pak, saya dijemput kok.. lagian..” Belum selesai Yanti berkata, tiba-tiba Dhuaarr.. Hujan turun dengan derasnya.. tidak tanggung-tanggung..
“Cepat naik.. basah ntarr..” desak Pak Wono. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Ngewe Anal Kekasih Tersayang 2

  Peristiwa Kedua

Aopok.com - Semenjak peristiwa itu, Jimmy pernah menelepon gue dan ngajak main bareng lagi, tapi kami tolak dengan tegas, kami punya komitmen, sekali untuk seorang, tidak boleh berulang dengan orang yang sama. Bukan tidak percaya pada Yanti, hanya saja untuk mencegah orang lain memiliki perasaan kepada Yanti, karena Yanti ini sangat dahsyat dalam bercinta, siapa yang pernah merasakan tubuh Yanti, pasti akan kecanduan, percaya deh pembaca.. atau diantara pembaca ada yang berminat dikeluarin spermanya oleh Yanti? He he he


2 minggu sejak peristiwa itu, kami mulai memikirkan mangsa baru lagi, kali ini Yanti yang agak heboh, pengen merasakan ML bareng yang sebenarnya, soalnya waktu itu, dia nggak bener2 menikmatinya. Tapi kami masih bingung, lelaki mana yang akan beruntung kali ini?kami belum menemukan orang yang tepat. Praktis sejak peristiwa malam itu, kami tidak melakukan hubungan badan, soalnya pengen rame-rame seh.

Gue punya seorang teman yang akrab, namanya Wilsen. Wilsen ini orangnya agak-agak loser, walau otaknya encer, tapi loser deh. Orangnya baik, tidak ganteng, agak pendek, dan banyak bulu. 2 tahun lalu Wilsen ini melepas perjakanya dengan seorang pelacur seharga 80ribu!Semenjak itu, selalu mengumbar nafsunya sama para pelacur, tetapi tetap menyimpan keinginan yang begitu besar untuk bercinta dengan cewe baik-baik, dan tidak pernah kesampaian tentu saja. Orangnya jelek amat seh.

Sudah sejak lama temanku ini menyimpan obsesi yang begitu besar kepada Yanti. Sebagai teman, walau dia tidak pernah mengatakannya secara langsung kepadaku, tapi jelas gue tau obsesinya, baik dari saat dia bercanda atau saat dia memandang Yanti.

Suatu hari, sabtu siang, gue bersama Yanti sedang menikmati weekend disebuah hotel berbintang dikota kami. Rencana kami sebenarnya gila. Saking tidak ada cowo yang tepat untuk diajak main bareng, kita berencana untuk menggoda room boy hotel untuk ML mah Yanti. Tetapi kami masih sangsi untuk melakukannya. Perjanjian tetap perjanjian, kami tidak boleh ML berdua saja, harus bertiga. Sekarang kami lagi bingung memilih, cowo yang tepat untuk weekend ini.

Dikamar hotel, Yanti hanya memakai baju tidur dan tidak memakai pelindung didalam sama sekali.
“Dy.. mana upeti mu? udah 2 minggu nih.. udahlah, kita nggak usah sama cowo lain..” rengek Yanti.
“Sabar dong.. masih siang neh.. ntar malam kita ke disco deh, nyariin yang tepat buat lu”
“Nggak deh.. nggak bakal ketemu, tampang kita baek baek, mana ada yang ketarik.. sekarang aja deh, room boy juga nggak pa pa” ucap Yanti sambil meremas penisku yang masih kecil.

Tiba-tiba muncul ide gila gue.. diem-diem gue SMS ke Wilsen”Sen.. datang ke hotel xx kamar 703, gue ada kejutan buat loe, dalam 30 min harus nyampe loe”.
Gue nggak gitu yakin ide ini bagus, Yanti emang senang tiap kali gue bilang Wilsen syur mah dia, dan sering onani bayangin dia. Gue juga nggak tau apa Yanti mau mah Wilsen, tapi gue cuek aja, ada sensasi sih, lihatin cewe gue di fuck mah teman gue yang udah kebelet amat mah Yanti. He he he Jahil emang.

Membayangkan beauty and the beast bakal bercinta, penis gue tiba-tiba bereaksi, walau belum keras penuh, langsung gue tindih tubuh Yanti, tanpa basa basi, gue singkap daster bawah Yanti, dan segera gue masukkan batang kemaluan gue.
“Agghh Gila loe ya.. sakit tau.. jangan ahh” jerit Yanti, lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Ngewe Anal Kekasih Tersayang 1

 Tradingan.com - Andy, 26/m/kota M, saya dan pacar saya keturunan chinese, pacar saya, Yanti 25 tahun. Orangnya cantik, wajahnya alim, polos, bodynya bagus, dadanya ukuran standard, kulitnya putih, dan yang paling mengesankan dari bagian tubuhnya adalah Pantatnya!:) bagi saya sih.. mengalahkan pantat J-LO. Sungguh padat dan berisi. Kalau kami bergandengan berdua, melihat dari tampang kami yang alim, sungguh tidak akan ada yang menyangka bahwa kami menyimpan gairah yang gila didalam diri kami.

Ok dhe, sekian pengenalannya.

Saya dan Yanti pacaran sudah lebih 2 tahun, dan bercinta sudah lebih dari 200x. Kami sangat puas dengan pengalaman sex kami, hanya saja sejak 1 tahun lalu, saya memiliki suatu kelainan yang cukup aneh, saya sangat bergairah jika menghayalkan Yanti bercinta dengan orang lain, tidak perduli siapa, pokoknya dengan membayangkan hal itu, gairah saya meledak. Semula Yanti agak risih dengan fantasi saya, akan tetapi dengan rayuan maut, dia dapat bergairah juga membayangkan hal itu. Singkat cerita, kamipun dapat mewujudkan ide gila tersebut.. dan sampai sekarang, tidak ada yang berubah diantara kami, tetap saling mencintai, dan saling percaya. Semula Yanti takut dianggap selingkuh dan murahan, tetapi bagi saya jika hal itu dilakukan atas pengetahuan dan anjuran saya, bagaimana hal itu dapat dikatakan selingkuh dan murahan? (setuju tidak?) kita cuma menganggapnya: SEX ONLY..

Berikut akan saya ceritakan pengalaman-pengalaman ML dengan yanti dengan mengikut sertakan pihak ketiga.

Peristiwa Pertama

Kami biasanya bercinta dirumahnya pada saat kedua ortunya bepergian, suatu malam, saya sedang berduaan dirumahnya.. kita lagi bercanda sofa, tiba-tiba dengan genitnya Yanti menyingkapkan kaos saya, menggigit puting saya..
“Hmm.. gila loe.. ntar gua nggak tahan lo..” ucapku asal.
Dia cuman melirik dengan mata binal dan kembali menjilat2 putingku sesekali menghisapnya kuat..
“Agghh.. jangan Yan.. ntar Herry pulang, kita belom tau dia malam ini nginap dirumah temannya ato nggak..”
“Tenang aja.. bentar aja.. masukkan bentar aja.. gua pengen loe muncrat, dah 2 minggu ga liat loe muncrat”, kata Yanti enteng, sambil meremas pantatku kuat.

Pembaca, perlu diketahui, Yanti ini walau dari luar kesannya sangat alim, justru menyimpan gairah yang binal, dia suka dimaki sewaktu bercinta, semakin jorok kata-kata yang keluar, dia semakin gila, ditengah permainan dia juga suka dikasari (tapi kita tidak menganut sex sadisme, hanya variasi liar dan kasar). Sementara dalam kehidupan sehari-hari Yanti sangat menjaga tutur katanya, nyaris tidak pernah saya mendengar dia mengucapkan kata kotor kecuali kalau dia sangat marah. Singkatnya alim deh, halus orangnya!
“Nhh.. nggak ah Yan, jangan.. ga enak tiba-tiba Herry pulang, ntar kepergok lagi..”
“Bangsat loe.. tenang aja, kedengaran kok suara motornya kalo dia pulang.. elo konsen aja.. segera keluarin mani loe.. gua lagi haus.. cepet” katanya sambil menurunkan celana pendek saya dan CD saya.

Penis saya yang belum tegang sepenuhnya langsung nongol.. dia cuman meliriknya dengan pandangan binal, sambil menggodanya dengan menyentuhkan ujung lidahnya di kepala penis saya.

“Tuh liat dah keluar cairannya.. elo tenang aja.. laki-laki nggak tau diuntung.. udah bagus gua mau jadi budak kontol loe..” kata-kata yang kasar tapi menggairahkan kembali keluar dari mulutnya..

Kami melakukan ini di rumahnya dilantai 2 disofa ruang keluarganya.. Yanti dengan sangat sangat lihai meng-oral saya. OH ya.. satu hal lagi, Yanti memiliki kemampuan yang sangat Spektakuler dalam oral sex dan Hand JOB, sangat expert! Kalau dia lagi Haid, dan saya butuh, dia hanya butuh 3 menit untuk mengeluarkan mani saya dengan mulutnya, sementara kalau bercinta, saya bisa tahan 30 menit untuk orgasme (Yah.. kami menganggap itu sebagai suatu kelebihan). Kalau berbicara soal ukuran, saya rasa saya tidak dapat membanggakan ukuran saya.. Yahh.. normal lah.. ukuran orang Asia! Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Gejolak Nafsu Ingin Anal Seks 4

 Piool.com - Tak terasa sudah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Iwan. Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Sari membuat waktu satu bulan terasa cepat sekali. Sudah saatnya aku kembali kekotaku, karena tiga hari lagi aku harus ke sekolah.

Saat berangkat dari kampung Mas Iwan, aku tidak sendirian. Ada Vivi, anak kandung Tante Sari menemaniku. Gadis cantik berkulit putih dan bertubuh langsing ini, baru tamat SMP dan akan melanjutkan SMU di kota. Tante sari meminta tolong padaku agar mengantarkan Vivi, mencari rumah kost di dekat sekolah.


Dengan menempuh dua jam perjalanan, sampailah kami di kota. Dan setelah berpuar-putar cukup lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk Vivi. Pemilik rumah adalah seorang janda cantik berusia sekitar 32 tahun, namanya Yeni. Setelah memberikan kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan kami berdua.

Sehabis membantu Vivi mengangkat barang-barangnya ke dalam kamar, aku merasa haus. Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman. Sambil duduk menunggu kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD. Ngawur aja kusetel salah satu film. Aku terkejut, ternyata isinya film porno.

Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku. Kurasakan batang penisku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku. Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang penisku. Kuelus-elus dan kukocok-kocok batang penisku. Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang penisku, sampai kedatangan Vivi tak kurasakan.

“Mas, Doni lagi ngapain,” suara Vivi mengejutkanku.
“Akh, nggak ngapa-ngapain,” sahutku.
“Itu apa?” tanyanya lagi sambil memandangi celanaku.

Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku. Sehingga Vivi dengan jelas melihat penisku yang sedang berdiri tegak. Merasa sudah kepalang basah, kulanjutkan saja mengocok penisku.

“Kamu bisa membantuku Vi?,” tanyaku.
“Bantu apa Mas?,” katanya balik bertanya.
“Kocokkin penisku Vi,” pintaku.

Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kutarik tangannya dan kuletakkan diatas penisku. Vivi yang juga sudah terangsang akibat ikut nonton film porno, menggenggam batang penisku. Dengan lembut dia mengelus-elus dari kepala sampai kepangkal penisku. Aku merasa seperti melayang.



Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi yang sedang mengocok penisku. Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik BHnya. Kuraba-raba buah dadanya. Perlahan-lahan buah dadanya mengeras. Cukup lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas. Setelah terlepas, terlihatlah buah dadanya yang padat dan mengeras. Aku melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya. Vivi mendesah-desah merasakan nikmat, tangannya semakin cepat mengocok penisku.

Sekitar lima belas menit berlalu kami berganti posisi. Sambil menarik rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang. Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya. Kutindih tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga mulutnya yang terbuka. Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tak kalah hebatnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Gejolak Nafsu Ingin Anal Seks 3

 Topoin.com - Panasnya sinar matahari yang menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap. Setelah hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Rina dan Mbak Vera. Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas iwan jam 05.00 dinihari.

Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Selesai mandi badan rasanya segar sekali. Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Iwan tampak sepi sekali. Oh ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Iwan mengantar Tante Sari kondangan ke kampung sebelah. Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku.


Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur. Membuat secangkir kopi. Sampai didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring.

“Pagi Mbak,” sapaku.

Mbak Erna tak menjawab sapaanku. Mukanya cemberut. Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dia sangat ramah padaku.

“Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi.
“Mbak marah sama aku? atau Mbak nggak senang ya, aku disini,” imbuhku.

Mbak erna masih diam saja, membuatku tak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati.

“Ok, Mbak. Kalau Mbak nggak senang, aku pulang aja deh,”
“Jangan-jangan pulang Don, aku nggak marah sama kamu,” sahutnya sambil menarik tanganku.
“Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak?” tanyaku lagi.
“Ok, Mbak akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,” jawabnya.
“Aku janji Mbak,” kataku meyakinkannya.
“Don, aku lagi kesal sama Mas Iwan,” kata Mbak sari.
“Kesal kenapa Mbak,” selaku.
“Belakangan ini, Mas Iwan dingin sekali padaku Don,” katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku.



“Setiap aku pingin begituan, dia selalu menolak,” imbuhnya sambil tersipu malu.
“Mungkin Mas Iwan lagi lelah Mbak,” hiburku sambil kuusap-usap rambutnya.
“Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya.
“Mungkin ada yang bisa aku bantu, untuk menghilangkan kekesalan Mbak,” pancingku.

Mbak Erna tak menjawab pertanyaanku. Sebagai orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian dan menginginkan hubungan sexsual. Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya. Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku.
Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Certia Gejolak Nafsu Ingin Anal Seks 2

 Biodataviral.com - Tak terasa sudah lima hari aku berada di rumah Mas Iwan. Selama lima hari pula aku menikmati tubuh Tante Sari, mertuanya yang haus sex. Tante Sari yang sepuluh tahun menjanda, betul-betul puas dan ketagihan bersetubuh denganku. Meski telah berusia setengah baya, tapi nafsu birahinya masih meletup-letup, tak kalah dengan gadis remaja.


Sore itu, sehabis mandi dan berpakaian, Mas Iwan mengajakku jalan-jalan. Katanya mau ketemu seorang teman yang sudah lama dirindukannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, sampailah kami di rumah teman Mas Iwan. Sebuah rumah yang berada dikawasan yang cukup elite. Kedatangan kami disambut dua orang wanita kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira. Keduanya sama-sama cantik dan sexy. Mas Iwan memperkenalkanku pada kedua teman wanitanya.

“Mas Iwan, aku kangen banget,” katanya sambil memeluk Mas Iwan.
“Aku juga Rin,” sahut Mas Iwan.

Sambil meminum kopi susu yang disuguhkan Mbak Rina, kami bercakap-cakap. Mbak Rina duduk dipangkuan Mas Iwan. Dan Mas Iwan merangkulnya dengan mesra. Mbak Rina tanpa malu-malu menceritakan, kalau Mas Iwan adalah pacar pertamanya dan Mas Iwanlah yang membobol perawannya.

Mbak Vira hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya yang blak-blakan. Makin lama kelakuan Mbak Rina makin mesra saja. Tanpa malu-malu, dia mengecup dan melumat bibir Mas Iwan dan Mas Iwan menyambutnya dengan sangat bernafsu. Aku jadi risih menyaksikan kelakuan mereka. Sekitar sepuluh menit mereka bercumbu di depan kami.

“Kita lanjutin di kamar aja say,” kata Mbak Rina pada Mas Iwan. Mas Iwan mengangguk tanda setuju, sambil membopong tubuh Mbak Rina ke dalam kamar.
“Kalian jangan ngintip ya,” kata Mas Iwan pada kami sambil tersenyum.

Aku dan Mbak Vira hanya bengong melihat kemesraan mereka. Tanpa menghiraukan larangan Mas Iwan, Mbak Vira beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku menuju kamar Mbak Rina. Kami kemudian berdiri di depan pintu kamar Mbak Rina yang terbuka lebar. Dari situ aku dan Mbak Vira melihat Mas Iwan merebahkan tubuh Mbak Rina diatas ranjang dan mulai melepaskan gaun Mbak Rina. Aku terkesima melihat mulusnya dan sexynya tubuh Mbak Rina, ketika seluruh pakaiannya dibuka Mas Iwan.



Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, penisku menegang dibalik celanaku. Tanpa sadar kupeluk tubuh Mbak Vira yang berdiri di depanku. Mbak Vira diam saja dan membiarkanku memeluknya. Malah tangan dibawa ke belakang dan disusupkan ke balik celanaku. Mendapat perlakuan seperti itu, nafsuku semakin memuncak dan penisku semakin menegang. Apalagi saat Mbak Vira menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang penisku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Certia Gejolak Nafsu Ingin Anal Seks 1

 Aopok.com - Ini adalah pengalamanku yang kesekian kalinya bersetubuh dengan wanita setengah baya. Kejadiannya pada saat kenaikkan kelas, aku mendapat liburan satu bulan dari sekolah. Untuk mengisi waktu liburanku, aku mengiyakan ajakan Mas Iwan sopir Pak RT tetanggaku untuk berlibur dikampungnya. Disebuah desa di Jawa Barat. Katanya, sekalian mau nengok istrinya. Aku tertarik omongan Mas Iwan bahwa gadis-gadis di kampungnya cantik-cantik dan mulus-mulus. Aku ingin buktikan omongannya.


Dengan mobil pinjaman dari ayahku, kami berangkat ke sana. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya sekitar jam 17.00 WIB kami tiba di kampungnya. Rumah Mas Iwan berada cukup jauh dari rumah tetangganya. Rumahnya cukup bagus, untuk ukuran di kampung, bentuknya memanjang.
di rumah Mas Iwan kami disambut oleh Mbak Irma, istrinya dan Tante Sari mertuanya. Ternyata Mbak Irma, istri Mas Iwan, seorang perempuan yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih dan bodynya sangat sexy. Sedangkan Tante Sari tak kalah cantiknya dengan Mbak Irma. Meskipun sudah berumur empat puluhan, kecantikannya belum pudar. Bodynya tak kalah dengan gadis remaja. Oh ya, Tante Sari bukanlah ibu kandung Mbak Irma. Tante Sari kawin dengan Bapak Mbak Irma, setelah ibu kandung Mbak Irma meninggal. Tapi setelah lima tahun menikah, bapak Mbak Irma yang meninggal, karena sakit. Jadi sudah sepuluh tahun Tante Sari menjanda.

Sekitar jam 20.00 WIB, Mas Iwan mengajakku makan malam ditemani Mbak Irma dan Tante Sari. Sambil makan kami ngobrol diselingi gelak tawa. Walaupun kami baru kenal, tapi karena keramahan mereka kami serasa sudah lama kenal. Selesai makan malam Mas Iwan dan Mbak Irma permisi mau tidur. Mungkin mereka sudah tak sabar melepaskan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan. Tinggal aku dan Tante Sari yang melanjutkan obrolan. Tante Sari mengajakku pindah ke ruang tamu. Pas di depan kamar Mas Iwan.

Saat itu Tante Sari hanya mengenakan baju tidur transparan tanpa lengan. Hingga samar-samar aku dapat melihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sexy. Tante Sari duduk seenaknya hingga gaunnya sedikit tersingkap. Aku yang duduk dihadapannya dapat melihat paha mulusnya, membangkitkan nafsu birahiku. Penisku menegang dari balik celanaku. Tante Sari membiarkan saja aku memelototi paha mulusnya. Bahkan dia semakin lebar saja membuka pahanya.



Semakin malam obrolan kami semakin hangat. Tante Sari menceritakan, semenjak suaminya meninggal, dia merasa sangat kesepian. Dan aku semakin bernafsu mendengar ceritanya, bahwa untuk menyalurkan hasrat birahinya, dia melakukan onani. Kata-katanya semakin memancing nafsu birahiku. Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan. Akupun pergi kekamar mandi. Sampai di kamar mandi, kukeluarkan penisku dari balik celanaku. Kukocok-kocok sekitar lima belas menit. Dan crot! crot! crot! Spermaku muncrat kelantai kamar mandi. Lega sekali rasanya.

Setelah menuntaskan hasratku, aku balik lagi ke ruang tamu. Alangkah terkejutnya aku. Disana di depan jendela kamar Mas Iwan yang kordennya sedikit terbuka kulihat Tante Sari sedang mengintip ke dalam kamar, Mas Iwan yang sedang bersetubuh dengan istrinya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Nikmatnya Ngewe Anal Becek Sepupuku

 Aopok.com - Namaku Edo. Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah PTS swasta terkenal di Jakarta. Cerita berawal 2 tahun yang lalu, ketika anak pamanku yang tinggal di Malang disekolahkan oleh orangtuanya ke Jakarta. Devi namanya. Usianya saat itu baru 16 tahun. Walaupun begitu, ia terlihat lebih dewasa dari usianya yang sebenarnya. Tingginya sekitar 165 cm, rambut panjang sebahu dengan bentuk tubuh yang proporsional. Dadanya cukup besar, kutaksir ukurannya sekitar 34 B. Hidungnya mancung dan

kulitnya putih mulus. Maklum, ibunya keturunan Belanda.

Selama bersekolah di Jakarta, Devi tinggal di rumahku. Makin hari, kami semakin akrab. Terkadang, bila ada waktu luang, ku jemput dia sepulang sekolah dengan mobilku. Tidak jarang kuajak dia ke tempat-tempat rekreasi yang ada di Jakarta, atau ke mal untuk sekadar Window Shopping. Semua itu kulakukan hanya untuk berdekatan dengannya. Sejujurnya, aku tergiur dengan keindahan tubuhnya. Namun semua itu masih bisa kutahan. Aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang menjurus padanya, mengingat dia adalah sepupuku sendiri.

Suatu hari, hujan turun deras sekali. Rumahku sedang kosong saat itu. Kedua orangtuaku sedang sibuk dangan urusan bisnisnya masing-masing. Adikku main ke rumah temannya, sedangkan pembantuku pulang kampung. Tinggallah aku sendiri di kamarku, bersantai sambil menyaksikan film porno ditemani sebotol Vodka. Aku adalah seorang pecandu alkohol. Tiba-tiba kudengar bel pintu berbunyi.
“Siapa yang datang hujan-hujan begini?”, pikirku dalam hati.
Segera saja kubuka pintu dan tampak di depan pintu pagar rumahku ada seorang gadis berseragam SMU yang kehujanan. Ternyata gadis itu adalah Devi.
“Kehujanan ya Vi?” dia mengangguk.
“Kenapa ngga minta di jemput?”
“Tanggung Kak, Devi udah di perjalanan pas hujan tadi”
“Ya sudah kamu mandi air panas sana, biar nggak demam nanti.”
Dia pun menurut. Saat itu aku baru menyadari di depanku ada pemandangan yang sangat indah. Tubuh Devi yang sangat indah terlihat jelas di balik seragam sekolahnya yang basah kuyup. Saat itu, Devi mengenakan Bra hitam yang sangat seksi. Melihat pemandangan seperti itu, penisku langsung menegang. Tiba-tiba muncul keinginan kuat untuk mencicipi tubuh Devi, sepupuku sendiri. Aku langsung melepaskan semua pakaianku, supaya lebih gampang melaksanakan niat jahatku. Kutunggu dia di depan kamar mandi.

Selang beberapa lama, pintu kamar mandi terbuka dan muncul Devi dengan hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya. Dia tampak kaget setengah mati melihatku dalam keadaan bugil.
“Kak..”, belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, kuterkam tubuhnya.
Kudekap erat dan kutarik handuk yang melilit di tubuhnya dengan cepat, sehingga ia langsung telanjang bulat sama sepertiku. Ku seret dia ke dalam kamarku. Dia mencoba memberontak tapi sia-sia. Tenagaku jelas lebih kuat darinya.
“Kak, apa-apaan ini? Lepaskan!” Aku tidak peduli dengan teriakannya.
Sesampainya di kamar, kuhempaskan tubuhnya ke ranjang. Kutindih tubuhnya, kuciumi lehernya yang putih mulus.
“Kak, sudah Kak, cukup! Ingat aku saudaramu..”
“Diam kamu!”
“Kak Edo mabuk yah.. sadar Kak..”

Teriakan dan rontaannya malah membuatku semakin terangsang. Kulumat bibirnya yang merah dan tipis menggiurkan itu.
“Mmmhh.. mmppff..” Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi tertahan oleh bibirku.
Sementara tangan kiriku meremas dadanya yang putih dan montok. Begitu kenyal dan halus. Kumainkan putingnya yang berwarna pink itu. Ia masih belum menyerah untuk berontak. Tetapi, semakin ia berontak, semakin aku bernafsu untuk memperkosanya. Ciumanku turun ke dadanya. Kulumat puting susunya dengan rakus. Kadang kugigit-gigit. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Mama, Anya dan Sarah Bergantian Minta di Anal

 Aopok.com - Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku berumur dua tahun lebih tua dariku, namanya Mbak Anya. Orangnya cantik sekali, berbadan tinggi semampai dengan payudara yang membusung serta pantat yang penuh. Adikku satu tahun di bawahku, Sarah namanya. Dia baru kelas 3 SMA. Perkembangan tubuhnya lagi ranum-ranumnya. Dan dia juga sangat cantik dengan bibir yang tebal serta seksi. Lain lagi dengan mamaku. Walaupun umurnya sudah mencapai 38 tahun tapi tubuhnya masih padat. Pantatnya masih penuh dan peyudaranya juga masih lumayan padat. Pokoknya nggak kalah seksi dengan Mbak Anya ataupun Sarah.


Dan di sini persoalan dimulai. Malam itu udara sangat panas sekali. Aku tak tahan untuk tidur sehingga memutuskan untuk ke bawah minum air es. Saat melewati kamar Mbak Anya dan Sarah (mereka tidur berdua), kamar terbuka lebar. Dan kedua saudara kandungku itu tak ada di kamar. Aku jadi bertanya-tanya, pada ke mana mereka? Ah masa bodoh. Akupun turun ke dapur dan mengambil air es dan minum untuk menghilangkan dahaga. Kemudian aku baru ingat kalau di kamar Mama ada kipas angin. Kuputuskan untuk mengambil kipas angin tersebut, toh Mama kalau tidur susah untuk bangun lagi kecuali ada bom. Begitu hampir sampai kulihat kamar Mama masih menyala, padahal Mama selalu mematikan lampu bila tidur.

Aku coba memutar knop pintu dan ternyata tidak terkunci. Dan terlihatlah pemandangan yang bikin jantungku berdetak dengan supercepat, nafasku tak beraturan serta darah mudaku berdesir. Di tempat tidur Mama, Mbak Anya, dan Sarah tidur telentang berdampingan dengan tanpa sehelai benangpun! Aku cuma meneguk ludah saat memperhatikan mereka bertiga. Dan tanpa sadar aku mendekati mereka bertiga, semakin dekat semakin jelas terlihat tubuh seksi mereka yang mulus dan putih. Tanganku gemeteran saat mencoba meraba kemaluan Sarah. Hangat dan lembab. Kemudian kemaluan Mbak Anya yang bersih dari rambut akibat sering dicukur. Bibir kemaluannya kusentuh dengan jari. Terakhir vagina Mama yang jadi sasaranku. Kemaluan tempatku lahir itu kuelus pelan.

“Mas?” sebuah suara mengaggetkan aku, sementara telapak tanganku masih berada di permukaan kemaluan Mama. Aku hanya dapat bengong menatap Sarah, adikku yang menatapku tak kalah bengong saat melihat tanganku mengelus kemaluan Mama. Dan aku semakin bingung karena Mbak Anya juga ikutan bangun dan melihat kelakuanku itu. Tapi anehnya tanganku tak juga berhenti mengelus permukaan kemaluan Mama yang menggelambir. Dan ketika terakhir Mama dibangunkan Mbak Anya, aku baru berhenti dengan telapak tangan masih menempel di kemaluan Mama. Aku menatap bengong mereka bertiga. Yang semakin membuatku bengong, tangan Mama malah memegangi tanganku yang menempel di kemaluan Mama.

Tanganku digesek-gesekkannya secara perlahan. Tinggal Mbak Anya dan Sarah yang kebingungan melihat tingkah laku Mama. Dan giliran Mbak Anya yang bengong sendirian saat tiba-tiba Sarah nyelonong membuka celana dalamku, dan mengeluarkan penisku yang sudah tegang dan keras. Mulut adikku itupun tanpa kesulitan mengulum penisku dengan hangat. Mbak Anya yang masih bengong hanya memandangiku. Ketika kepala Mama sudah berada di selangkangan Mbak Anya dan menjilati permukaan kemaluan Mbak Anya. Aku tersenyum dan menjumput dagu Mbak Anya serta mencium bibirnya dengan lembut dan mengulum lidahnya. Mbak Anya membalas dengan hangat.

Aku dan Mama kemudian tidur telentang sambil berciuman dengan hot sementara di bawah selangkangan kami masing-masing ada Mbak Anya dan Sarah. Mbak Anya mengulum penisku dan menjilatinya dengan lidah hingga penisku mengkilap. Sementara adikku kebagian menjilati lubang kemaluan tempat dia lahir dulu yaitu vagina Mama. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Mertuaku Minta Jatah Ngewe Anus Berlendir

 Tradingan.com - Lazimnya tradisi tahunan untuk pulang mudik lebaran, aku bersama istri dan anak-anakku pun pada hari lebaran kemarin ikut mudik ke rumah mertuaku di kota P, Jawa Barat.

“Aduh senangnya Oma dan Opa kalau kalian datang..”, kata mama mertuaku sambil memeluk dan mencium kedua anak-anakku.
“Apa kabar, Pa?”, kataku sambil menyalami Papa mertua.
“Baik, Roy..”, jawab Papa mertuaku sambil tersenyum.
“Apa kabar, Ma?”, kataku sambil menyalami mama mertua.
“Mama baik, Roy..”, jawab mama mertuaku sambil memeluk dan cium pipiku kiri kanan.
“Mama kangen..”, bisik mama mertuaku ketika mencium pipiku.


Aku hanya tersenyum. Seperti ceritaku sebelumnya (“Aku dan Mertua”), aku sudah lama menjalin hubungan cinta kasih dengan ibu mertuaku.

Begitulah, kami semua berkumpul dan melewati hari lebaran di kota P selama 3 hari, dan sesuai dengan rencanaku sebelumnya, aku sekeluarga akan segera pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain esok harinya.

“Kalian akan pulang kapan?”, tanya Papa mertua kepada istriku.
“Rencananya besok pagi kami akan segera ke Bandung, Pa..”, kata istriku.

Terlihat wajah mama mertuaku berubah sambil mencuri pandang ke arahku.

“Kalian akan ke sini lagi tidak?”, tanya mama mertua.
“Sepertinya tidak, Ma..”, jawab istriku.
“Kami dari Bandung nanti akan langsung pulang ke Jakarta..”, lanjut istriku.
“Ya kalau begitu, kalian nanti malam harus istirahat agar kuat untuk jalan besok”, kata mama mertuaku.
“Ya, Ma..”, kataku sambil bangkit berdiri.
“Mau kemana, Pa?”, tanya istriku.
“Aku mau periksa kondisi mobil dulu, Ma..”, jawabku sambil pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga.

Ketika aku sedang memeriksa kondisi mobil, mama mertuaku datang menghampiri.

“Roy..”, tanya mama mertua.
“Ya ada apa, Ma?”, kataku.
“Mama kangen kamu. Apakah kamu tidak?”, tanya mama mertua. Selintas kulihat istri dan anak-anakku masih mengobrol dengan Papa mertua beserta beberapa saudara.
“Saya juga kangen dengan Mama..”, kataku sambil menatap matanya.

Mama mertuaku tersenyum manis. Walau umurnya sudah kepala empat, tapi kecantikan dan kemolekan tubuh mertuaku itu masih tampak jelas di mataku.

“Nanti sore atau malam, bisa tidak kalau kita jalan sebentar, Roy?”, tanya mama mertuaku penuh harap.
“Mm.. Kita coba nanti, Ma..”, kataku sambil tersenyum. Kami lalu saling melempar senyum penuh arti. Kemudian mama mertuaku pergi dan masuk ke dalam rumah. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik